Langkah Jenderal Tandyo Budi untuk Keamanan di Papua

Langkah Jenderal Tandyo Budi untuk Keamanan di Papua

JAKARTA — Presiden Republik Indonesia resmi melantik Jenderal TNI Tandyo Budi Revita sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) di Istana Negara, Jakarta. Penunjukan ini tertuang dalam Keputusan Presiden tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Angkatan Darat untuk mengisi posisi yang sebelumnya diemban oleh Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.

Usai resmi mengemban jabatan barunya, Jenderal Tandyo Budi menegaskan komitmen penuh TNI Angkatan Darat dalam mengawal stabilitas pertahanan negara, dengan fokus khusus pada penguatan keamanan di wilayah Papua.

Langkah Strategis KSAD Jenderal Tandyo Budi untuk Keamanan Papua

Dalam arahannya, Jenderal Tandyo Budi memaparkan beberapa langkah terukur dan komprehensif yang akan dijalankan oleh satuan jajaran TNI AD di tanah Papua:

  1. Pendekatan Teritorial yang Humanis Mengedepankan pembinaan teritorial (Binter) secara humanis untuk merangkul masyarakat setempat, mendukung percepatan pembangunan, serta meredam potensi konflik sosial di akar rumput.

  2. Penguatan Kesiapan Operasional dan Pengamanan Perbatasan Meningkatkan kesiapsiagaan prajurit, pengamanan jalur logistik vital, serta perlindungan maksimal bagi warga sipil dan para pekerja dari ancaman kelompok bersenjata.

  3. Disiplin Serta Profesionalisme Prajurit Memastikan seluruh satuan tugas di lapangan senantiasa mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP), menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM), dan bertindak tegas terhadap elemen pengganggu kedaulatan negara.

  4. Sinergi Lintas Sektoral Memperkuat koordinasi dan kolaborasi strategis bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri), pemerintah daerah, serta para tokoh adat dan masyarakat Papua untuk menciptakan kedamaian yang berkelanjutan.