Festival Budaya Lembah Baliem ke-33: Pesona Magis "Dari Jayawijaya untuk Dunia" Memukau Wisatawan

Festival Budaya Lembah Baliem ke-33: Pesona Magis "Dari Jayawijaya untuk Dunia" Memukau Wisatawan
Festival Budaya Lembah Baliem ke-33: Pesona Magis "Dari Jayawijaya untuk Dunia" Memukau Wisatawan

WAMENA, PAPUA PEGUNUNGAN – Ribuan pasang mata saksi kemegahan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-33 yang baru saja sukses digelar di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Festival tertua dan paling ikonik di Tanah Papua ini dilaksanakan pada Agustus 2025 dengan mengusung tema besar: “Budaya Saya, Warisan Saya, Dari Jayawijaya untuk Dunia”.

Tema tahun ini menekankan pentingnya pelestarian nilai-nilai luhur budaya suku-suku di Lembah Baliem—Dani, Lani, dan Yali—sebagai warisan kemanusiaan yang patut dibanggakan di panggung internasional.

Atraksi Perang Kolosal dan Tarian Adat

Puncak acara tetap menghadirkan atraksi yang paling dinantikan, yakni Skema Perang Antar-Suku. Dalam atraksi ini, ratusan prajurit berpakaian adat lengkap dengan koteka, menghiasi tubuh dengan cat alami, serta menggenggam tombak dan busur panah, memeragakan taktik perang tradisional diiringi pekikan khas yang menggema di seluruh lembah.

Selain simulasi perang, pengunjung juga disuguhi:

  • Tarian Purata: Tarian sukacita yang dibawakan secara berkelompok oleh pria dan wanita.

  • Karapan Babi: Lomba unik yang menjadi hiburan favorit masyarakat lokal dan turis asing.

  • Lomba Memasak Bakar Batu: Demonstrasi memasak tradisional menggunakan batu panas yang menjadi simbol kebersamaan dan perdamaian.


Meningkatkan Ekonomi dan Pariwisata Dunia

Kehadiran wisatawan mancanegara pada edisi ke-33 ini meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya. Pj. Bupati Jayawijaya dalam sambutannya menyampaikan bahwa festival ini adalah jembatan diplomasi budaya.

"Melalui tema Dari Jayawijaya untuk Dunia, kita ingin menegaskan bahwa budaya kita bukan sekadar masa lalu, tapi identitas yang hidup dan diakui dunia. Ini adalah warisan yang harus kita jaga demi anak cucu kita," ungkapnya di hadapan para undangan.

Dampak Ekonomi bagi Masyarakat Lokal

Festival ini juga menjadi berkah bagi UMKM di Wamena. Kerajinan tangan seperti Noken, patung kayu, hingga kopi asli Wamena dilaporkan habis terjual selama tiga hari pelaksanaan festival. Hotel dan penginapan di sekitar Kota Wamena pun mencapai tingkat okupansi penuh (100%).


Ringkasan Festival Budaya Lembah Baliem 2025

Detail Acara Keterangan
Edisi Ke- 33
Lokasi Distrik Wosilimo, Lembah Baliem, Jayawijaya
Tema Utama Budaya Saya, Warisan Saya, Dari Jayawijaya untuk Dunia
Peserta 40 Distrik se-Kabupaten Jayawijaya
Highlight Perang Tradisional, Bakar Batu, Pameran Noken

Menuju FBLB 2026

Seiring ditutupnya FBLB ke-33, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus meningkatkan fasilitas pendukung, termasuk aksesibilitas transportasi udara ke Wamena, guna menyambut festival tahun depan yang diprediksi akan jauh lebih besar.