Dishub Papua Tengah Targetkan Garuda, Batik, dan Super Air Jet Beroperasi di Bandara Douw Aturure Nabire

Dishub Papua Tengah Targetkan Garuda, Batik, dan Super Air Jet Beroperasi di Bandara Douw Aturure Nabire
Dishub Papua Tengah Targetkan Garuda, Batik, dan Super Air Jet Beroperasi di Bandara Douw Aturure Nabire
Dishub Papua Tengah Targetkan Garuda, Batik, dan Super Air Jet Beroperasi di Bandara Douw Aturure Nabire

NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Perhubungan terus melakukan langkah strategis untuk memperkuat konektivitas udara di wilayahnya. Salah satu fokus utama di tahun 2026 ini adalah menambah jajaran maskapai nasional yang melayani rute domestik dari dan menuju Bandara Douw Aturure Nabire.

​Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Tengah, Ewanggen Kogoya, S.Th., M.Ap, menyatakan bahwa pihaknya tengah menjalin komunikasi intensif dengan beberapa maskapai besar, di antaranya Garuda Indonesia, Batik Air, dan Super Air Jet. Kehadiran maskapai-maskapai ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat akan pilihan transportasi udara yang lebih beragam dan kompetitif.

Optimalisasi Fasilitas Berbadan Lebar

​Peningkatan layanan ini didukung oleh rampungnya pengembangan infrastruktur bandara. Saat ini, landasan pacu (runway) Bandara Douw Aturure telah mencapai panjang 2.500 meter, yang memungkinkan pesawat jenis Boeing 737 seri 800/900 maupun Airbus A320 untuk mendarat secara optimal.

​"Kami berkomitmen untuk menjadikan Nabire sebagai pintu gerbang utama di Papua Tengah. Dengan fasilitas yang sudah mumpuni untuk pesawat berbadan lebar, kami berharap Garuda Indonesia, Batik Air, dan Super Air Jet dapat segera merealisasikan jadwal penerbangan reguler mereka di sini," ujar Ewanggen Kogoya dalam keterangannya baru-baru ini.

Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

​Rencana penambahan maskapai ini memiliki beberapa tujuan utama:

  • Stabilitas Harga Tiket: Kehadiran banyak maskapai diharapkan menciptakan persaingan sehat yang berdampak pada harga tiket yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
  • Peningkatan Logistik: Mempermudah distribusi barang dan jasa, sehingga dapat menekan angka inflasi di wilayah Papua Tengah.
  • Aksesibilitas Ibu Kota: Sebagai ibu kota provinsi, Nabire memerlukan mobilitas tinggi untuk urusan pemerintahan dan bisnis.

​Hingga saat ini, maskapai seperti Sriwijaya Air dan Wings Air sudah lebih dulu melayani masyarakat Nabire. Namun, tingginya minat penumpang membuat penambahan armada dari grup maskapai lain menjadi kebutuhan yang mendesak.

​Pihak Dinas Perhubungan bersama Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Nabire juga terus memastikan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan sesuai dengan standar nasional (AIP) agar para maskapai baru dapat segera melakukan uji operasional dalam waktu dekat.