Drama di Budapest: Bungkam Arsenal Lewat Adu Penalti, PSG Pertahankan Takhta Juara Liga Champions 2026

Drama di Budapest: Bungkam Arsenal Lewat Adu Penalti, PSG Pertahankan Takhta Juara Liga Champions 2026

BUDAPEST – Puskás Aréna menjadi saksi bisu sengitnya partai puncak UEFA Champions League (UCL) musim 2025/2026 yang digelar pada Sabtu, 30 Mei 2026. Dalam laga penuh drama yang menguras emosi, raksasa Prancis Paris Saint-Germain (PSG) sukses mempertahankan gelar juara mereka setelah menumbangkan wakil Inggris, Arsenal, lewat babak adu penalti yang berakhir dengan skor 4–3, setelah bermain imbang 1–1 hingga babak perpanjangan waktu.

Kemenangan ini membawa Les Parisiens merengkuh trofi Si Kuping Besar untuk kedua kalinya sepanjang sejarah klub, sekaligus menyamai rekor Real Madrid sebagai tim yang mampu memenangkan gelar UCL secara back-to-back di era modern.

Jalannya Pertandingan: Kejutan Cepat dan Balasan Penalti

Sejak peluit babak pertama dibunyikan oleh wasit Daniel Siebert asal Jerman, Arsenal langsung menggebrak. Laga baru berjalan enam menit, publik Puskás Aréna langsung bergemuruh ketika penyerang andalan The Gunners, Kai Havertz, berhasil mengoyak jala gawang PSG memanfaatkan kelengahan lini belakang sang juara bertahan. Skor 1–0 untuk keunggulan Arsenal bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, PSG yang mendominasi penguasaan bola hingga 74% terus mengurung pertahanan rapat yang digalang oleh anak asuh Mikel Arteta. Kerja keras mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-65. Berawal dari pelanggaran di kotak terlarang, Ousmane Dembélé yang maju sebagai eksekutor penalti dengan tenang memperdaya kiper Arsenal. Skor berubah menjadi 1–1.

Meski kedua tim saling jual beli serangan di sisa waktu normal dan babak extra time, skor imbang tetap tidak berubah, memaksa pertandingan harus ditentukan lewat lingkaran putih.

Ketegangan Babak Adu Penalti

Di babak penentuan, mentalitas juara berbicara. Empat eksekutor PSG berhasil menunaikan tugasnya dengan sempurna, sementara Arsenal harus meratapi kegagalan setelah dua penendang mereka gagal menjaringkan bola. Babak tos-tosan pun berakhir dengan skor 4–3 untuk kemenangan Paris Saint-Germain.

Gelandang lincah PSG, Vitinha, dinobatkan sebagai Man of the Match berkat performa impresifnya yang menjadi motor serangan sekaligus penyeimbang di lini tengah sepanjang 120 menit laga berjalan.