Kejutan di Istanbul: Liverpool Tumbang di Markas Galatasaray
ISTANBUL – Langkah Liverpool di babak 16 besar Liga Champions harus dimulai dengan hasil minor. Bertandang ke markas Galatasaray dalam laga leg pertama yang berlangsung sengit di Stadion Rams Park, Rabu (11/03/2026) dini hari tadi, raksasa Inggris tersebut dipaksa menyerah dengan skor tipis 1-0 oleh tuan rumah.
Atmosfer "neraka" Istanbul benar-benar dirasakan oleh pasukan Arne Slot sejak awal pertandingan. Galatasaray yang tampil penuh percaya diri di hadapan pendukungnya sendiri langsung menekan pertahanan The Reds.
Gol Cepat Mario Lemina
Laga baru berjalan tujuh menit, tribun Rams Park langsung bergemuruh. Memanfaatkan situasi sepak pojok yang terukur, Mario Lemina berhasil melepaskan diri dari pengawalan dan menyambar bola ke dalam gawang Liverpool. Gol cepat di menit ke-7 ini menjadi satu-satunya gol yang tercipta sepanjang pertandingan, sekaligus memberikan tekanan mental bagi tim tamu.
Drama VAR dan Pelanggaran Handball
Liverpool sejatinya tidak tinggal diam. Memasuki babak kedua, Mohamed Salah dan kawan-kawan terus menggempur pertahanan wakil Turki tersebut demi mencari gol penyeimbang. Upaya mereka sempat membuahkan hasil ketika bola berhasil bersarang di gawang Galatasaray melalui skema serangan balik cepat.
Namun, kegembiraan para pemain Liverpool tak bertahan lama. Setelah melakukan peninjauan melalui Video Assistant Referee (VAR), wasit menganulir gol tersebut karena ditemukan adanya pelanggaran handball dalam proses terciptanya gol. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 untuk keunggulan Galatasaray tetap bertahan.
Beban Berat di Anfield
Kekalahan ini menambah daftar hasil buruk wakil Inggris di kompetisi Eropa pekan ini. Bagi Arne Slot, hasil ini menjadi pekerjaan rumah besar untuk segera dievaluasi. Liverpool kini dituntut untuk menang dengan selisih minimal dua gol pada laga leg kedua di Stadion Anfield mendatang jika ingin terus melaju ke babak perempat final.
Sebaliknya, bagi Galatasaray, kemenangan ini menjadi modal yang sangat berharga sekaligus membuktikan bahwa mereka adalah kekuatan yang tidak bisa dipandang sebelah mata di kompetisi kasta tertinggi Benua Biru.
satuberitatimur