Sambut 155 Juta Pemudik, Pemerintah Siagakan Puluhan Ribu Personel dan Ribuan Masjid sebagai Titik Singgah
JAKARTA – Pemerintah Indonesia mulai mematangkan persiapan menjelang momentum Lebaran 2026 yang diprediksi akan menjadi salah satu arus mudik terbesar dalam sejarah. Berdasarkan data terbaru, pemerintah memproyeksikan pergerakan masyarakat tahun ini akan mencapai angka fantastis, yakni sebanyak 155 juta orang yang akan pulang ke kampung halaman di seluruh penjuru tanah air.
Menyikapi ledakan jumlah pemudik tersebut, berbagai langkah strategis lintas sektoral mulai digalakkan. Dari sisi kenyamanan ibadah dan istirahat, Kementerian Agama telah menginstruksikan penyiapan 6.859 masjid yang tersebar di sepanjang jalur utama mudik untuk dijadikan titik singgah (rest area religi). Masjid-masjid ini disiapkan untuk melayani para pengendara yang membutuhkan tempat beristirahat sejenak sekaligus menunaikan ibadah, guna menjaga kebugaran fisik selama perjalanan jauh.
Sementara itu, dari sisi keamanan dan kelancaran lalu lintas, Polri telah menyiagakan hampir 90.000 personel dalam operasi pengamanan arus mudik dan balik. Puluhan ribu personel tersebut akan disebar di berbagai titik rawan kemacetan, pelabuhan, bandara, hingga stasiun kereta api. Fokus utama pengamanan tahun ini adalah meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas serta memastikan distribusi arus kendaraan tetap mengalir meski volume kendaraan meningkat tajam.
Pemerintah juga mengimbau agar masyarakat yang akan melakukan perjalanan jauh untuk merencanakan waktu keberangkatan lebih awal guna menghindari puncak arus mudik. Koordinasi antara penyediaan fasilitas istirahat di masjid-masjid dan pengawalan ketat dari kepolisian diharapkan dapat menciptakan suasana mudik yang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh lapisan masyarakat.
satuberitatimur