Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Pegunungan Bintang Papua, BMKG: Kedalaman 33 Kilometer
PAPUA PEGUNUNGAN – Masyarakat di Kabupaten Pegunungan Bintang dikagetkan oleh guncangan gempa bumi tektonik yang cukup kuat pada Sabtu siang (21/2/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempa tersebut berkekuatan Magnitudo 6,0.
Gempa yang terjadi di wilayah pegunungan tengah ini dilaporkan tidak berpotensi tsunami, mengingat pusat gempa berada di daratan, namun masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.
Detail Parameter Gempa
Berdasarkan hasil analisis cepat dari BMKG, berikut adalah data teknis mengenai titik gempa:
-
Waktu Kejadian: 13.18 WIB (atau 15.18 WIT).
-
Kekuatan: Magnitudo 6,0.
-
Episentrum: Koordinat $5.36^\circ \text{ Lintang Selatan}$ dan $145.96^\circ \text{ Bujur Timur}$.
-
Kedalaman: 33 Kilometer.
Dampak Guncangan
Pusat gempa terpantau berada di wilayah daratan. Guncangan dilaporkan terasa cukup kuat di Oksibil (ibu kota Pegunungan Bintang) dan beberapa distrik sekitarnya. Karakteristik kedalaman 33 kilometer masuk dalam kategori gempa dangkal, yang biasanya menyebabkan getaran yang dirasakan secara signifikan di permukaan tanah.
Beberapa warga di Oksibil dilaporkan sempat berlarian keluar rumah karena durasi getaran yang dirasakan selama beberapa detik. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan yang masif atau korban jiwa dari pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Himbauan BMKG kepada Masyarakat
Pihak BMKG meminta warga di wilayah terdampak untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab.
"Kami mengimbau masyarakat agar menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran sebelum kembali ke dalam rumah," tulis rilis resmi BMKG.
Mengingat kondisi geografis Pegunungan Bintang yang terdiri dari lereng-lereng terjal, masyarakat juga diminta waspada terhadap kemungkinan terjadinya tanah longsor yang dipicu oleh guncangan gempa tersebut, terutama jika terjadi hujan setelahnya.
satuberitatimur